Friday, May 30, 2008
Kuliah Umum di STTA
Friday, May 23, 2008
Metode Kuantifikasi Pertanyaan untuk Mendapatkan Nilai Certainty Faktor Pengguna
Dalam aplikasi sistem pakar terdapat suatu metode untuk menyelesaikan masalah ketidakpastian data. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah faktor kepastian (certainty factor). Faktor kepastian diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN (Wesley, 1984). Certainty factor (CF) merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan.
Ada 2 macam faktor kepastian yang digunakan yaitu:
faktor kepastian yang diisikan oleh pakar bersama dengan aturan
faktor kepastian yang diberikan oleh pengguna
Faktor kepastian yang diisikan oleh pakar menggambarkan kepercayaan pakar terhadap hubungan antara antecedent dan konsekuen pada aturan kaidah produksi. Sebagai contoh diberikan aturan kaidah produksi:
Aturan 1:
Jika bersin-bersin
Dan batuk
Dan pusing
Maka influensa (CF 0.75)
Aturan tersebut diatas menunjukkan bahwa pakar yakin 75% jika bersin-bersin, batuk dan pusing merupakan gejala dari penyakit influensa.
Sementara itu faktor kepastian dari pengguna menunjukkan besarnya kepercayaan terhadap keberadaan masing-masing elemen dalam antecedent.
Misalnya dengan menggunakan contoh pada Aturan 1, kemudian diketahui :
CF bersin-bersin : 0.5
CF batuk : 0.6
CF pusing : - 0.2
Hal ini berarti pengguna yakin bahwa 50 % pasien mengalami bersin-bersin, 60% pasien mengalami batuk dan pengguna yakin 20% bahwa pengguna tidak mengalami pusing.
Untuk mengetahui faktor kepastian oleh pengguna tidak mudah, karena sulit bagi pengguna untuk memperkirakan besarnya nilai kepastian terhadap element antecedent sesuai dengan standar yang diberikan oleh pakar.
2. Metode pencapaian
Untuk mengatasi permasalahan kesulitan dalam menentukan nilai CF pengguna, saya mengusulkan metode kuantifikasi pertanyaan. Metode kuantifikasi pertanyaan merupakan metode untuk mendapatkan nilai faktor kepastian dari pengguna terhadap suatu evidence dengan mengkuantifikasi pertanyaan. Sebagai contoh:
Diinginkan untuk mengetahui derajat kepercayaan demam seorang pasien. Nilai derajat kepercayaan adalah antara -1 s/d 1. Nilai -1 artinya tidak demam sama sekali. Nilai 1 berarti sangat demam. Untuk mendapatkan nilai derajat kepercayaan terhadap demam yang dialami pasien maka pertanyaan yang diberikan oleh sistem adalah
berapa derajat celcius suhu badan pasien
dari jawaban pengguna, besarnya nilai kepercayaan pengguna akan dihitung oleh sistem.
Saya menerapkan metode ini untuk membangun sistem pakar yang digunakan untuk mendiagnosis dan memberikan terapi penyakit TBC pada anak.
3. Penjelasan Metode
CF user diperoleh dari jawaban user saat melakukan konsultasi. CF tidak secara langsung diberikan oleh user tetapi dihitung oleh sistem berdasarkan jawaban user.
Pilihan jawaban yang disediakan oleh sistem berupa jawaban tidak tahu (CF : 0) ya (CF : 1), tidak (CF : -1). Tetapi apabila aturan yang mengandung fungsi kuantitas dan waktu, maka CF akan dihitung sebesar gabungan derajat keanggotaan dari fungsi karakteristik kuantitas dan derajat keanggotaan dari fungsi karakteristik waktu.
Fungsi-fungsi karakteristik didapatkan dari premis aturan yang berbentuk:
Operator_Aturan Data Operator_Kuantitas Kuantitas Toleransi_Kuantitas Operator_Waktu Waktu Toleransi_Waktu
Untuk fungsi karakteristik kuantitas didasarkan pada bagian aturan “Operator _Kuantitas”, “Kuantitas” dan “Toleransi_Kuantitas”. Sedangkan fungsi karakteristik waktu didasarkan pada bagian aturan “Operator _Waktu”, “Waktu” dan “Toleransi_Waktu”.
“Operator_Kuantitas” dan “Operator_Waktu” yang disediakan berupa “=’, “>=”, dan “<=”. “Kuantitas” dan “Waktu” merupakan syarat nilai dari berlakunya aturan itu, sedangkan “Toleransi_Kuantitas” dan “Toleransi_Waktu” memberikan batasan hingga suatu nilai yang membuat data premis ini tidak diabaikan. Sesuai dengan jenis operatornya, ada 3 macam fungsi karakteristik untuk kuantitas dan waktu. Fungsi operator “=”dapat dilihat pada Rumus 1
(1)
dengan
x : Kuantitas/Waktu yang dialami user
Nilai : Nilai kuantitas/waktu standar
Toleransi : Toleransi kuantitas/waktu
Fungsi untuk operator “>=”dapat dilihat pada Rumus 2.
(2)
dengan
x : Kuantitas/Waktu yang dialami user
Nilai : Nilai kuantitas/waktu standar
Toleransi : Toleransi kuantitas/waktu
Sedangkan fungsi operator “<=” dapat dilihat pada Rumus 3.
(3)
dengan
x : Kuantitas/Waktu yang dialami user
Nilai : Nilai kuantitas/waktu standar
Toleransi : Toleransi kuantitas/waktu
Untuk mendapatkan CF user, dilakukan perhitungan interpretasi standar dari interseksi antara CFKuantitas dan CFWaktu yang ditunjukkan pada Rumus 4.
Metode Kuantifikasi Pertanyaan memberikan alternatif kepada para pengembang sistem pakar dalam memperolah nilai faktor kepastian dari pengguna. Dengan menerapkan metode ini dalam sistem pakar maka nilai CF pengguna menjadi lebih akurat sehingga kesimpulan dari sistem pakar juga menjadi lebih bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu dengan penerapan metode ini dalam sistem pakar juga akan membuat aplikasi sistem pakar lebih user friendly.
5. Diseminasi
Metode ini sudah saya presentasikan pada 2 pertemuan ilmiah yaitu: “Kuantifikasi Pertanyaan untuk Mendapatkan Certainty Factor Pengguna pada Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit” disampaikan pada Seminar Ilmiah Nasional Komputasi dan Sistem Intelejen -KOMMIT Vol 4 yang diselenggarakan oleh Universitas Gunadharma Jakarta tahun 2006 “Question Quantification to Obtain User Certainty Factor in Expert System Application for Disease Diagnosis” disampaikan pada The International Conference on Electronic Engineering and Informatics (ICEEI) 2007 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung tahun 2007
6. Pengakuan dari pihak terkait
Penelitian ini mendapatkan penghargaan sebagai Juara I dalam Lomba Hasil Penelitian Unggulan Terpadu bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi dan Informasitika dengan judul penelitian ”Rancang Bangun Sistem Pakar untuk menangani Penyakit Tuberkulosis pada Anak”
Monday, January 14, 2008
Ada masalah dengan program sistem pakar?
Untuk dapat menjalankan program syaratnya komputer harus terinstal ABC for Delphi 5. Jika Anda belum
punya komponen tersebut silahkan download file PEpilepsi.Exe ini, hanya tampilannya tidak sama persis dengan file yang pertama.
Selain itu file-file tersebut harus berada satu folder dengan file databasenya TA.GDB. Tentu saja supaya databasenya bisa terakses DBMS nya yaitu Interbase 5 atau yang lebih tinggi harus sudah terinstal di komputer.
Selamat mencoba....
Wednesday, November 28, 2007
Buku-buku Karangan Saya
Inilah buku-buku yang berhasil saya tulis dari tahun 2004.
1. Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan(th 2007)Buku ini memberikan gambaran mengenai sistem pendukung keputusan beserta aplikasinya. Model-model dalam sistem pendukung keputusan dipaparkan dengan jelas dan mudah dimengerti
Dalam buku ini disertai dengan beberapa contoh sistem pendukung keputusan untuk memberikan pemahaman yang lebih nyata dalam pembangunan sebuah sistem pendukung keputusan. Dukungan CD yang berisi program aplikasi dan kode programnya yang bisa dicoba akan memudahkan pembaca memahami aplikasi sistem pendukung keputusan
Buku ini cocok untuk mahasiswa yang mengambil bidang informatika ataupun praktisi pembangun perangkat lunak.
2. Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server(th 2007)
Langkah-langkah dalam siklus pengembangan sebuah sistem informasi dipaparkan dengan detail. Ulasan mengenai teknik pemrograman yang terkait dengan form pencatatan transaksi keuangan dan pembuatan laporan keuangan disampaikan dengan gamblang dengan disertai contoh kode program lengkap yang langsung bisa dicoba oleh pembaca.
Buku ini hadir untuk membantu pembaca memahami Sistem Informasi Akuntansi secara global hingga detail pembuatannya, dari konsep hingga implementasinya.
Buku ini cocok untuk mahasiswa jurusan informatika yang ingin mempelajari sistem informasi akuntansi. Buku ini juga dapat digunakan oleh mahasiswa jurusan akuntansi yang ingin mempelajari teknik implementasi Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer. Bahkan buku ini sangat cocok bagi praktisi pengembang perangkat lunak dari sistem analis hingga ke programmer.
3. Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data (th 2007)Buku ini membahas konsep basis data, sistem basis data, teknik perancangan basis data dengan metode ER-Diagram dan Normalisasi, selain itu buku ini juga membahas tentang bahasa basis data.
4. Sistem Pakar - Teori dan Aplikasi (th 2006)Buku ini memberikan gambaran lengkap mengenai sistem pakar besertaaplikasinya. Teknik-teknik representasi pengetahuan dan inferensi dipaparkan dengan jelas, disertai dengan contoh-contoh yang mudah dimengerti.
Sebuah kasus pengembangan sitem pakar diberikan diakhir bab untuk memberikan pemahaman yang lebih nyata dalam pembangunan sebuah sistem pakar.
Buku ini cocok untuk mahasiswa yang mengambil bidang informatika ataupun praktisi pembangun perangkat lunak.
5. Struktur Data dan Pemrograman dengan Pascal (th 2004)
Buku Struktur Data dan Pemrograman mengupas tentang hakekat pemrograman, apa saja yang diperlukan dalam membuat sebuah progam serta langkah-langkah yang perlu dilalui. Buku ini juga menjelaskan berbagai konsep struktur data sebagai fondasi dalam mengejawantahkan suatu masalah ke dalam bahasa program. Beberapa hal yang dibahas secara mendalam yaitu dari konsep array, record, linked list, tumpukan/stack, antrian/queue, rekursi, searching sampai dengan penjelasan mengenai sorting.
Sebagai jembatan untuk memahami struktur data, dalam buku ini juga menjelaskan kaedah dasar dalam pemrograman yaitu tipe-tipe data dan logika pemrograman yang meliputi seleksi dan perulangan.
Buku ini merupakan tuntunan dalam memahami materi struktur data di jurusan teknik informatika, manajemen informatika dan ilmu komputer.
Untuk memudahkan pemahaman konsep, diberikan contoh-contoh program yang ilustratif dalam bahasa pemrograman pascal.
Buku-buku ini di terbitkan oleh Andi Offset Yogyakarta klik link ini untuk membeli secara online atau bisa juga didapatkan di TB Gramedia, TB Togamas, atau toko buku lainnnya di kota Anda
Menang lomba penelitian
“Rancang Bangun Sistem Pakar untuk Menangani Penyakit Tuberkulosis pada Anak”
berhasil mendapat penghargaan sebagai pemenang pertama dalam Lomba Hasil Penelitian Unggulan Terpadu (Dalam Rangka Meta Analisis Kajian Tahun 2000-Sekarang) untuk kategori Industri TIK. Selain kategori tersebut ada 3 kategori lain yaitu Infrastruktur TIK, Pendidikan dan Pelayanan Publik TIK, Dan Pengelolaan TIK.
Lomba ini diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo). Lomba diumumkan melalui website depkominfo www.depkominfo.go.id pada link pengumuman tertanggal 31 Oktober 2007.
Penelitian ini merupakan penelitian mandiri yang saya lakukan pada tahun 2006. Hasil penelitian ini adalah sebuah software yang dapat digunakan untuk membantu paramedis dalam mendiagnosis penyakit TBC pada anak beserta cara penanganannya. Nama sotwarenya TubEx System.
Ketertarikan saya melakukan penelitian ini diawali pengalaman pribadi saya ketika anak saya didiagnosis terkena penyakit tersebut. Berbeda dengan TBC pada orang dewasa yang dalam penegakan diagnosisnya dapat dilakukan dengan tes dahak, pada anak sulit didapatkan dahaknya. Biasanya untuk mengatasi hal itu dilakukan dengan mendapatkan bilasan lambung. Namun selain sulit, hasilnya pun tidak cukup untuk menegakkan diagnosis penyakit TBC pada anak. Dari situ saya menyimpulkan bahwa diagnosis TBC pada anak diperlukan cara khusus yang hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis dibidang tersebut.
Dengan software yang saya buat, saya berharap kemampuan ahli ini dapat digunakan oleh paramedis lain untuk mendiagnosis dan memberikan tatalaksana penyakit yang mematikan ini.
Kesalahan diagnosis TBC dapat meimbulkan efek yang cukup panjang, mengingat anak yang terdiagnosis positip mengidap TBC harus menjalani pengobatan terus menerus selama 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Hal ini dapat menimbulkan efek traumatis bagi anak yang mengalaminya.
Jenis dan dosis obat sesuai dengan perkembangan kondisi dan berat badan juga menjadi salah satu perhatian dalam penelitian ini, mengingat kesalahan penentuan jenis dan dosis obat dapat mengakibatkan efek yang cukup berat bagi pasien selain adanya kemungkinan resistensi terhadap obat-obat tersebut.
Sistem pakar yang saya bangun menggunakan metode representasikan pengetahuan dengan metode kaidah produksi. Sementara untuk mengatasi ketidakpastian daa/aturan yang terkadang ada dalam pengetahuan digunakan metode faktor kepastian.
Orisinalitas dari penelitian ini terutama pada bagian penghitungan nilai certainty faktor dari user. Perlu diketahui bahwa dalam metode certainty factor (CF) memiliki 2 nilai CF yaitu nilai CF yang diberikan oleh pakar dan CF yang diberikan oleh user. Penjelasan lebih lanjut tentang CF dan penghitungan CF versi saya bisa dilihat pada posting berikutnya. Tunggu ya....
Password Buku Sistem Informasi Akuntansi
"Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi
Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server"
saya informasikan bahwa Username dan Password admin dari aplikasinya adalah:
username : ADMIN
password : 1
Mohon maaf data username dan passwod tidak tercetak dalam buku cetakan pertama. Apabila ada masukan mengenai isi buku tersebut, mohon diinformasikan. Terimakasih
Saturday, October 27, 2007
What is Expert System (Powered by whatis.com)
Among the best-known expert systems have been those that play chess and that assist in medical diagnosis.
Also see
